Ilustrasi wanita mencari lowongan kerja. shutterstock.com
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menyelesaikan pendidikan, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah mencari pekerjaan. Informasi lowongan kerja tersebar di mana-mana, tapi hati-hati terjebak oleh kelompok penipu. Alih-alih mendapat pekerjaan, Anda justru harus mengalami berbagai kerugian.
Untuk menghindarkan Anda dari banyaknya lowongan kerja palsu ini, situs The Balance Careers dan The Job Network lantas memberikan beberapa tanda dari komplotan penipu yang wajib Anda perhatikan. Berikut adalah 4 tanda lowongan kerja palsu.
1. Meminta uang pendaftaran
Umumnya tidak ada perusahaan yang meminta sedikitpun uang Anda selama proses seleksi masuk. Jadi, apabila suatu perusahaan yang hendak dilamar memasang biaya tertentu demi kelancaran proses rekrutmen, Anda perlu lebih berhati-hati karena perusahaan tersebut bisa saja menipu.2. Melakukan wawancara di luar kantor
Jika ada suatu perusahaan yang memanggil Anda untuk melakukan wawancara di luar kantor, Anda patut curiga. Apalagi jika mereka meminta Anda untuk bertemu di tempat tertutup seperti hotel atau rumah. Sebab, tidak sedikit kasus pelecehan seksual yang berkedok lamaran kerja terjadi di kalangan masyarakat ini.3. Menawarkan gaji yang besar
4. Tidak memiliki rating dan jejak di media online
Saat Anda melamar, sangat penting untuk memperhatikan jejak perusahaan secara online. Apabila Anda tidak menemukan nama perusahaan tersebut di sosial media, situs lowongan kerja ataupun mesin pencari seperti google, bisa jadi lowongan kerja itu fiktif.Untuk melengkapi 4 tanda yang Anda sebutkan, berikut adalah rincian tambahan yang dapat membantu mengidentifikasi lowongan kerja palsu secara lebih spesifik:
Analisis Tambahan Tanda Lowongan Palsu
1. Alamat Email yang Tidak Profesional
Perusahaan resmi hampir selalu menggunakan domain email perusahaan sendiri, misalnya hrd@nama-perusahaan.com.
Waspada jika: Email menggunakan domain gratisan seperti
@gmail.com,@yahoo.com, atau@outlook.comatas nama perusahaan besar.
2. Deskripsi Pekerjaan yang Terlalu Umum
Lowongan asli biasanya sangat spesifik mengenai kualifikasi dan tanggung jawab.
Waspada jika: Persyaratannya sangat minim (misal: "Hanya butuh kemauan belajar"), terbuka untuk semua umur/pendidikan tanpa keahlian khusus, namun menjanjikan pendapatan fantastis.
3. Modus "Travel Agent"
Ini adalah modus yang paling sering terjadi di Indonesia. Penipu mengirimkan surat panggilan wawancara palsu dengan kop surat perusahaan besar (Pertamina, PLN, dll).
Cirinya: Anda diminta memesan tiket pesawat atau hotel melalui agen travel tertentu yang sudah mereka tentukan dengan alasan biaya akan diganti (reimbursement) saat tiba di lokasi. Ini 100% penipuan.
Langkah Praktis Sebelum Melamar (Checklist)
| Langkah | Cara Melakukannya |
| Cek LinkedIn | Cari nama perusahaan dan lihat apakah mereka memiliki daftar karyawan yang valid di sana. |
| Gunakan Google Maps | Cari alamat kantor yang tertera. Jika alamatnya mencurigakan (misal: rumah tinggal atau alamat fiktif), urungkan niat melamar. |
| Gunakan GetContact | Jika nomor HRD tertera, cek label nomor tersebut di aplikasi GetContact. Biasanya korban sebelumnya akan memberi label "Penipu Loker". |
| Verifikasi Website | Perusahaan kredibel biasanya mencantumkan pengumuman resmi di menu "Career" pada website resmi mereka. |
Kesimpulan
Ingatlah aturan emas dalam mencari kerja: "Jika tawaran itu terdengar terlalu indah untuk menjadi kenyataan (Too good to be true), maka biasanya itu memang tidak nyata."
Pekerjaan profesional didasarkan pada pertukaran nilai: perusahaan membayar keahlian Anda, bukan Anda yang membayar perusahaan untuk bekerja.

Comments
Post a Comment