
Waspada! Gadget Jadi Pemicu Utama Keterlambatan Bicara (Speech Delay) pada Anak
Kasus keterlambatan berbicara atau speech delay kini semakin banyak ditemui pada pasien anak. Menurut dokter spesialis anak dari Siloam Hospital, dr. Sjully Mamahit, Sp.A, M.Kes, CIMI, penggunaan gadget menjadi salah satu faktor risiko terbesar yang sering diabaikan orang tua.
Fenomena di Poliklinik
Dalam praktiknya di Siloam Hospital Makassar, dr. Sjully mengungkapkan bahwa keluhan paling dominan dari para orang tua adalah mengenai perkembangan bicara anak mereka.
"Di poliklinik, saya banyak menemui orang tua yang mengeluh anaknya terlambat berbicara. Ketika ditelusuri lebih lanjut, hampir semua memiliki riwayat penggunaan handphone yang intens," ujar dr. Sjully.
Kesalahan Pola Asuh dengan Gadget
Seringkali, gadget dijadikan alat instan untuk menenangkan anak. dr. Sjully menyoroti kebiasaan orang tua yang langsung memberikan handphone saat anak menangis agar mereka kembali tenang atau terhibur.
Dampaknya, anak kehilangan kesempatan untuk berinteraksi secara aktif. Ada perbedaan mendasar antara gadget dan interaksi manusia:
Komunikasi Satu Arah: Saat menonton atau bermain gadget, anak hanya menerima informasi tanpa perlu merespons. Tidak ada timbal balik komunikasi.
Komunikasi Dua Arah: Berinteraksi dengan manusia menstimulasi anak untuk berbicara, mendengar, dan merespons, yang merupakan kunci utama perkembangan bahasa.
Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Masa 1.000 hari pertama merupakan periode emas pertumbuhan bayi. Pada masa ini, dr. Sjully menekankan bahwa anak memerlukan stimulus yang tepat melalui konsep Asih, Asah, dan Asuh:
Asih (Kasih Sayang): Kebutuhan dasar akan kasih sayang dan rasa aman.
Asah (Stimulasi Mental): Proses pendidikan dan pelatihan sejak dini untuk merangsang perkembangan otak dan kemampuan bicara.
Asuh (Fisik-Biomedis): Pemberian nutrisi, makanan sehat, serta pemenuhan kebutuhan medis dasar.
Pesan untuk Orang Tua
Perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Oleh karena itu, orang tua diimbau untuk lebih memperhatikan interaksi langsung dan menghindari hal-hal yang dapat menghambat tumbuh kembang, terutama penggunaan gadget yang berlebihan di usia dini.
Comments
Post a Comment