Di Sini "Kering", Beberapa Meter di Depan Hujan Deras, Kok Bisa? Ini Penjelasan BMKG


Penulis: Retia Kartika Dewi |
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary   kompas.com
                                   

Fenomena Unik "Batas Hujan": Penjelasan Ilmiah dari BMKG

Pernahkah Anda melihat hujan turun deras di satu sisi jalan, sementara sisi lainnya kering kerontang? Fenomena visual yang tampak seperti dinding air ini kerap menarik perhatian masyarakat. Untuk memahaminya lebih jauh, Kompas.com meminta penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Bukan Fenomena Aneh

Kepala Subbidang Prediksi Cuaca BMKG, Agie Wandala, menjelaskan bahwa kejadian tersebut dalam istilah meteorologi umum disebut sebagai "batas hujan".

Agie menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena hal ini adalah kejadian yang sangat wajar.

"Fenomena yang biasa terjadi, lazim saja. Saya lebih sering menyebutnya sebagai 'batas hujan'," ujar Agie saat dihubungi Kompas.com.

Penyebab Terjadinya Batas Hujan

Menurut Agie, ada karakteristik khusus pada curah hujan dan pola pembentukannya di Indonesia yang memicu fenomena ini. Faktor utamanya adalah posisi Indonesia sebagai benua maritim tropis.

Kondisi geografis ini membuat atmosfer di wilayah Indonesia cenderung basah, yang memicu pembentukan awan hujan yang sangat aktif.

"Salah satu fenomena yang lazim terjadi di wilayah kita yang merupakan benua maritim tropis adalah banyaknya pembentukan awan hujan dikarenakan atmosfer kita yang basah. Sehingga sering kali terjadi fenomena hujan dalam skala lokal," jelas Agie.

Hujan Skala Lokal

Secara teknis, fenomena batas hujan yang terlihat tegas ini adalah contoh nyata dari hujan skala lokal.

Agie memaparkan bahwa hujan jenis ini biasanya terjadi akibat satu sumber awan (sel awan tunggal) yang ukurannya tidak terlalu besar. Karena area cakupan awannya sempit, maka air hujan yang jatuh pun memiliki batas wilayah yang terlihat jelas oleh mata, menciptakan efek "terpotong" antara area basah dan kering.

Comments