Haruskah kita mengobral masalah di situs jejaring social?

Haruskah kita mengobral masalah di situs jejaring social? - Hallo sahabatku, WONGLENDAH, Kita jumpa lagi Pada Artikel ini. Pada hari ini , saya telah siap membagikan berbagai catatan sederhana buat anda. Yang anda baca kali ini dengan judul Haruskah kita mengobral masalah di situs jejaring social?, kami telah mempersiapkan artikel ini sepesial buat anda untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. Kami berharap isi postingan Artikel Gaya hidup, yang kami tulis ini bisa anda pahami dengan mudah. Langsung aja yaa...kita mulai, Dan selamat membaca.

Jangan lupa baca juga yaaaa artikel berikut ini :




Siapa sih yang gak kenal namanya situs jejaring social?... anak kecilpun bahkan tahu apa itu facebook, twitter, BBM, dan lain lain. Berbagi masalah dengan kawan disitus jejaring soaial memang lebih menyenangkan karena banyak orang yang langsung bisa member tanggapan atas komennya, dan pula yang justru akan menambah masalah kita jari runyam.

Anda pasti sring baca setatus teman yang sedang galau atau banyak masalah. Baik itu masalah keluarga atau masalah dengan kekasihnya. Kita bisa melihat perkembangan percintaan teman karena dia rajin sekali mengupdate setatus bahkan hamper tiap menit. Wah mungkin dia piker bisa mengurangi beban pikirannya ya….., tapi apakah kita menyadari bahwa sebenarnya mengumbar setatus di jejaring social justru bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menekan dan menghancurkan kita.


Contoh saja, aku punya teman wanita dan kebetulan aku juga menaruh hati padanya. Tetapi apa daya dia sudah bersuami. Kemudian suatu hari wanita itu sedang berseteru dengan suaminya. Dia lalu membuat setatus dengan mencurahkan isi hatinya di jejaring social. Beberapa teman ada yang komen kemudian ya,,, begitulah komen orang orang bermacam macam.

Tetapi bagi saya justru malah senang karena orang yang saya sukai sedang bermasalah dengan suami atau kekasihnya. Aku kemudian akan datang kepadanya sebagai dewa penolong yang baik hati. Aku akan menghibur dia siang malam. Akan aku berikan perhatian yang cukup besar padanya sehingga dia bisa nyaman jika sedang curhat denganku.

Dengan cara licikku ini maka sang wanita tadi akan semakin dekat dengannku karena hanya aku orang yang paling enak diajak curhat dan perhatianku sangat sangat besar padanya. Dia lalu akan membanding-mbandingkan suaminya dengan ku kemudia dia akan berkata padaku,

 “ MAKASIH MAS ATAS PERHATIAN DAN KEPEDULIANMU PADAKU SELAMA INI, AKU TIDAK MENYANGKA TERNYATA PERHATIANMU KEPADAKU MELEBIHI SUAMIKU SENDIRI, ANDA SAJA DUNIA BISA DIPUTAR MUNDUR PASTI SELURUH JIWA RAGAKU INI AKAN AKU SERAHKAN PADAMU MAS”.


Nah sekarang mengijak jurus terakhir, ……………………………………………………………

Ya sudah lanjutnya mikir sendiri aja ya…., ini kan Cuma contoh dan aku yang dijadikan contohnya biar gak dimarahin orang kalau orang lain yang jadi ciontoh.


Cerita diatas menunjukkan betapa bahayanya mengobral setatus sedih di facebook, twitter dan lain lain, karena yang sering saya lihat bukannya memperbaiki masalah tetapi justru akan menambah perpecahan dalam keluarga. Kalau memang ingin curhat di jejaring social pilihlah teman yang benear benar bisa dipercaya dan lebih baik lagi sudah pernah kenal baik di dunia nyata. Jangan sembarang mengobral setatus.

Kemudian ada contoh lain tetapi ini tak ada kaitannya dengan percintaan, misalnya anda selalu mengeluh hidupnya selalu susah ekonomi pas pasan dan lain lain. Tetapi orang tahu sebenarnya anda kaya, harta benda dimana mana. Swah luas pekarangan dimana mana. Tetapi anda memang tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga ekonomi menjadi sring pas pasan seperti saya.


Dengan mengobral keluh kesah di media social maka orang akan tahu dan mereka akan memberikan solusi yang bermacam-macam. Kemudian setatus Itupun akhirnya didengar oleh orang yang punya niat jahat dia ingin mengambil keuntungan pribadi atas penderitaan anda. Kemudian dia menawarkan solusi untuk mengontrakkan saja rumahnya, tau menjual sawah nya kepadanya. Dia berharap bisa membeli sawah itu dengan harga yang murah karena orang yang akan menjual sawah itu sedang membutuhkan uang banyak.

Sang pemilik sawahpun menolak tawaran orang itu tetapi sang pembeli tanah tahu bahwa saat ini hati korbannya sedang rapuh menghadapi masalah, maka dia akan selalu datang membantunya agar lama lama dia merasa berhutang budi yang besar akhirnya dia merasa gak enak sama pembeli tanah yang selama ini telah banyak mebantu dia menyelesaikan urusan ekonomi keluarganya.


Kitapun akirnya bersedia menjual tanah kita padanya karena alasan banyak berhutang budi dan juga memang saat ini sedang membutuhkan banyak uang untuk keperluan kita hingga kita tidak menyadari bahwa itu semua adalah taktik orang gak baik pada kita.


Sebenarnya masih banyak kasus yang lain yang belum saya tulis disini. Dan ini sebaikya bisa menjadi pertimbangan sebelum kita mengungkapkan unek – unek kita di sosial media.

Jika memang itu adalah hal yang terbaik menurut anda dan lebih efektif untuk berbagi masalah dengan teman banyak, di bawah ini ada beberapa tips yang bisa anda gunakan:
  1. Pilihlah tempat yang baik dan sesuai fungsinya. Boleh saja anda mengungkapkan masalah anda dijejaring sosial tetapi pilihlah tempat yang benar atau sesuai dengan fungsinya, misalnya kita bergabung kegroup yang cocok untuk masalah kita. Alangkah baiknya group-group yang bertema ke agaman sehingga kebanyakan para anggota padalah sekelompok para kiyai atau ustadh. Dengan begitu bisa memperkecil komen komen jahil yang tidak kita harap kan.
  2. Pilah pilahlah daftar pertemanan anda sesuai kelompok yang anda inginkan jadi setatus anda bisa dikirim dengan privacy kelompok tertentu/ bukan public. Jadi orang-orang yang anda anggap tidak akan mampu membatu anda jangan di masukkan.
  3. Berbagilan sewajarnya saja.Jika memang itu harus dilakukan jangan setiap menit atau setiap hari selalu meng update perkembangan buruk hubungan anda atau masalah buruk lainnya. Ini berakibat akan menimbulkan anggapan buruk orang lain terhadap anda. Anda akan di cap sebagai seorang suami/istri yang tidak bisa menyimpan peribadi keluarga. Dengan begitu orang bisa saja beranggapan bahwa memang anda lah sebenarnya yang menjadi biang kerok dari masalah ini. Mungkin awalnya masalah hanya kecil tetapi karena anda sering ngobral di sosial media maka pasangan anda akan merasa malu dan akhirnya dia bertambah kesal sama anda sehingga akan memicu pertengkaran yang lebih besar lagi.
  4. Cara lain bisa membuat pesan group.Jika anda menggunakan facebook anda bisa kirim pesan keteman anda yang anda percaya bisa menyelesaikan masalah anda. Dalam pesan itu anda bisa menamahkan penerima lain dalam pesan yang sama dan bisa dibaca bersama orang lain yang dimasukkan dalam satu kelompok. Ini akan lebih baik dari karena kitalah yang memilih teman terpercaya.


Jika anda punya tips lain mohon ditambahkan di komentar yaaaa…..


Buat temen teman yang suka nge Blogg yuk kita menjalin persahabatan sesama blogger dengan saling bertukar link artikel di blog kita.




















Itulah tadi Artikel Haruskah kita mengobral masalah di situs jejaring social?
telah saya bagikan buat anda di hari ini, Semoga artikel Haruskah kita mengobral masalah di situs jejaring social? yang saya bagikan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat buat anda semua. Oke, sampai disini dulu yaaaah....Lain kali jumpa di postingan artikel berikutnya.

Oh ya , sebelum anda meninggalkan halaman ini mungkin beberapa artikel DIbawah ini juga menarik untuk anda baca:

Terimakasih anda telah membaca artikel Haruskah kita mengobral masalah di situs jejaring social?. jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, saya akan sangat berterima kasih jika anda berkenan membagikan artikel ini ke media sosial dan Rekan atau keluarga dekat anda dengan alamat : https://wong-lendah.blogspot.com/2016/01/haruskah-kita-mengobral-masalah-di.html, atau klik pada Tombol Share di akhir artikel ini. Terima kasih.

SHARE THIS
Previous Post
Next Post