Berhentilah Konsumsi Kepala Ikan, Ini Alasannya menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)


Hallo sahabatku, INFO - BLOGGER CANGA'AN, Kita jumpa lagi Pada Artikel ini. Pada hari ini , saya telah siap membagikan artikel sederhana buat anda. Yang anda baca kali ini dengan judul Berhentilah Konsumsi Kepala Ikan, Ini Alasannya menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kami berharap isi postingan Artikel kesehatan, Artikel Kuliner, ini bisa bermanfaat buat kita semua.

Baca juga




Ikan adalah salah satu sumber protein yang banyak dihasilkan dari perairan Indonesia. bahkan banyak sekali gizi yang terkandung di dalamnya. Sehingga baik dikonsumsi dan membawa dampak baik bagi kesehatan tubuh. Tetapi di balik kenyataan tersebut, ada juga fakta mengerikan mengenai ikan.

Diketahui terdapat racun dala tubuh ikan. Bahkan racun tersebut akan membahayakan tubuh manusia jika terus dikonsumsi. Lalu apakah racun yang terkandung dalam ikan ini?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam bookletnya menyebutkan jika racun Ciguatoksin ini paling sering ditemukan dalam ikan seperti yang diwartakan Liputan6.com. Racun ini asalnya dari dinoflagelata, sebuah mikroorganisme laut yang menempel dan tumbuh pada karang mati.

Bila sebelumnya kita hanya mengetahui ikan sebagai jenis asupan makanan yang baik bagi tubuh. Sekarang kita juga harus tahu mengenai fakta lainnya dari ikan ini. Lalu ikan apa sajakah yang memiliki racun ini? Apakah semua bagiannya mengandung Ciguatoksin?

Ciguatoksin ini ternyata terakumulasi pada beberapa bagian tubuh ikan, seperti kepala, sisik ikan, serta organ dalamnya. Bahkan racun ini juga terdapat pada hewan karnivora dan herbivora. Ini dijumpai pula pada ikan yang biasa hidup di karang,

Meskipun terdapat Ciguatoksin dalam bagian tubuh ikan. Bukan berarti tidak bisa mengonsumsi ikan. Karena pada dasarnya ikan memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh. Hanya saja pihak BPOM memberikan 7 poin penting yang harus diperhatikan agar terhindar dari kemungkinan terkena racun Ciguatoksin seperti yang diwartakan Liputan.6.com.

  1. Jangan mengonsumsi produk perikanan terutama ikan yang hidup di karang dalam jumlah besar
  2. Jangan mengonsumsi produk perikanan yang tidak jelas jenis dan asal-usulnya
  3. Kurangi konsumsi ikan karang terutama yang ukurannya besar (di atas tiga kilogram)
  4. Hindari mengonsumsi kepala udang, kepala ikan dan organ dalam produk perikanan karena penumpukan toksin pada bagian itu
  5. Hindari mengonsumsi organ dalam dan sisik ikan karang
  6. Hindari munaman beralkohol dan kacang-kacangan ketika mengonsumsi ikan karang karena dapat meningkatkan keparahan keracunan
  7. Simpan produk perikanan pada suhu rendah untuk mencegah pertumbuhan bakteri. 


Itulah tadi Artikel Berhentilah Konsumsi Kepala Ikan, Ini Alasannya menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
telah saya bagikan buat anda di hari ini, Semoga artikel Berhentilah Konsumsi Kepala Ikan, Ini Alasannya menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang saya bagikan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat buat anda semua. Oke, sampai disini dulu yaaaah....Lain kali jumpa di postingan artikel berikutnya.

Oh ya , sebelum anda meninggalkan halaman ini mungkin beberapa artikel DIbawah ini juga menarik untuk anda baca:

Terimakasih anda telah membaca artikel Berhentilah Konsumsi Kepala Ikan, Ini Alasannya menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, saya akan sangat berterima kasih jika anda berkenan membagikan artikel ini ke media sosial dan Rekan atau keluarga dekat anda dengan alamat : https://wong-lendah.blogspot.com/2017/05/berhentilah-konsumsi-kepala-ikan-ini.html, atau klik pada Tombol Share di akhir artikel ini. Terima kasih.

SHARE THIS
Previous Post
Next Post