Showing posts with label peternakan. Show all posts
Showing posts with label peternakan. Show all posts
Budidaya Ikan Cupang

Budidaya Ikan Cupang

Jenis cupang

Banyak sekali ikan hias di dunia ini. Ada yang harganya murah tetapi ada yang harganya mahal. Bahkan sangat mahal. Bagi pecinta ikan hias pasti mengenal banyak jenis ikan ikan tersebut. Ada jenis ikan kecil ang memiliki tubuh indah. Ikan ini berwarna menyala dan earna warni. Ikan ini juga disukai oleh anak-anak. Apalagi kalau bukan ikan cupang. Pasti sebagai penggemar ikan hias anda sudah pasti tahu ikan ini.

Ikan cupang merupakan salah satu ikan hias yang mudah dipelihara. Budidaya ikan cupang tidak memerlukan tempat luas dan modal yang besar. Bisa dilakukan sebagai usaha rumahan.
Ikan cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar dari daerah tropis. Banyak ditemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok. Habitatnya ada di rawa-rawa, danau, dan sungai yang arusnya tenang.

Ikan cupang memiliki kelebihan soal daya tahan hidupnya yang cukup baik dan mampu bertahan hidup pada tempat yang minim air atau tempat sempit. Sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen. Bisa dipelihara dalam toples kecil tanpa menggunakan aerator. Ikan cupang memiliki rongga labirin yang berfungsi mirip dengan paru paru. Labirin tersebut bisa membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen. Ikan cupang juga bernafas tidak seperti kebanyakan ikan lainnya yang mengisap air terus menerus. Jika air yang di hisap minim oksigen maka ikan akan mati. Beda halnya dengan ikan cupang. Dia menghisap udara dipermukaan air. Kemudian disimpan dalam rongga labirin ini. Jadi dia tak memerlukan pernafasan terus menerus dengan menyedot ait melalui mulutnya. Jika nanti persediaan oksigen sudah habis maka dia akan muncul lagi kepermukaan air untuk menghisap udara kembali.




Jenis ikan cupang

Cupang sendiri dibedakan menjadi dua jenis secara garis besarnya. Yaitu cupang hias, dan cupang adu. Cupang hias dipelihara sebagai penghias akuarium. Cupang jenis ini di utamakan bentuk dan warna tubuhnya yang indah dan menarik.  Sedangkan  cupang adu diutamakan ketangkasannya dan  daya tahan tubuhnya serta kekuatannya yang diutamakan.

Cupang hias dipelihara untuk dinikmati keindahan bentuk, warna dan gerakannya. Sedangkan cupang adu dipelihara untuk di adu. Dibeberapa negara bahkan ada juga yang melarang adu ikan ini dan dianggap sbagai tindakan ilegal.

Cupang hias dan cupang adu dibedakan berdasarkan bentuk dan sifat agresifitasnya. Untuk mengetahui lebih jauh silahkan lihat cupang hias vs cupang adu.

Didunia ini terdapat lebih dari 73 spesies ikan cupang yang ada di bumi ini. Tetapi sayangnya tidak semua ikan cupang tersebut populer sebagai ikan peliharaan. Spesies ikan cupang yang beredar di pasaran kebanyakan berasal dari kelompok splendens complex, yang terdiri dari Betta splendens, Betta stiktos, Betta mahachai, Betta smaragdina dan Betta imbellis. Serta varian hasil silangan dari spesies-spesies tersebut. Lihat juga jenis-jenis ikan cupang.

Memilih indukan ikan cupang
Ada beberapa langkah yang harus anda persiapkan dan anda ketahui sebelum melakuan usaha budidaya ikan cupang ini. Anda juga harus tahu cara memilih bibit unggul untuk indukan yang akan digunakan sebagai awal usaha anda. Ikan cupang yang akan dibudidayakan harus berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, bebas penyakit dan cacat bawaan. Simpan indukan jantan dan betina di tempat terpisah.

Cara membedakan ikan jantan dan betina

Jantan:
gerakannya lincah, sirip dan ekor lebar mengembang, warna cerah, tubuhnya lebih besar.

Betina:
gerakannya lebih lamban, sirip dan ekor lebih pendek, warna kusam, tubuh lebih kecil.

Sebelum pemijahan dilakukan, pastikan indukan jantan dan betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan.

Adapun ciri-ciri indukan yang telah menunjukkan siap kawin adalah sebagai berikut:

Ciri cupang jantan:
1. Berumur setidaknya antara 4-8 bulan
2. Bentuk badan panjang
3. Siripnya panjang dan warnanya terang atraktif
4. Gerakannya agresif dan lincah
5. Memiliki dasi lebih panjang dibandingkan ikan betina.
6. Memilki ekor lebih besar

Gambar cupang jantan
Untuk cupang betina:
1. Berumur setidaknya 3-4 bulan
2. Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit
3. Sirip pendek dan warnanya kusam tidak menarik
4. Gerakannya lambat
5. Memiliki dasi lebih pendek.
6. Ekor bolat kecil tidak lebar



Gambar cupang betina

Pemijahan ikan cupang


Setelah indukan siap untuk memijah, sediakan tempat untuk melakukan tempat perkawinan yang berupa wadah dari baskom plastik atau akuarium kecil, atau toples juga boleh. Gak perlu besar kok cukup menggunakan tempat kira kira  berukuran 20x20x20 cm. atau pakai tempat air apapun juga bisa. Yang penting kita bisa dengan mudah mengambil kembali indukan betina setelah selesai melakukan perkawina tanpa merusak sarang atau busa yang berada dipermukaan air. Siapkan juga gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina. Sediakan juga tumbuhan air seperti yang mengambang. Ini berfungsi untuk memacing cupang jantan membuat busa sarang pada tanaman air ini.

Gambar. Akuarium tempat pemijahan

Masukkan ikan cupang jantanpada tempat  pemijahan. Biarkan dulu jangan mencampur ikan betina dulu. Tunggu beberapa hari sampai ikan jantan membuat sarang. Setelah siap maka masukkan ikan betina pada tempat ikan jantan.

Amati kedua ikan tersebut. Biasanya ikan jantan akan langsung agresif. Dia akan merayu ikan betina. Jika ikan betina menolak ikan jantan kadang berbuat brutal dan menyerang ikan betina. Setelah beberapa saat ikan jantan memburu ikan betina biasanya ikan betina tunduk juga pada ikan jantan. Ini ditandai dengan ikan jantan yang sudah terlihat lebih jinak tidak menerang lagi ikan betina. Dan ikan betina pun mulai terlihat akrab dengan ikan jantan.

Cuoang jantan akan terus melakukan gerakan gerakan untuk meraya sang betina. Kemudian kedua ikan inipun akan melakukan perkawinan. Ciri ciri ikan cupang yang sedang melakukan perkawinan ditandai dengan menyatunya tubuh mereka yang saling berhimpitan membentuk huruf “U”. biasanya keduanya akan diam tak bergerak. Anda jangan kuatir walaupun seperti ikan mati tetapi tidak mati kok. Tu Cuma sedang kawin saja.

Gambar. Ikan cupang kawin


Selama proses perkawinan ini ikan akan bertelur. Telur akan berjatuhan kemudian ikan jantan akan memunguti telur-telur tersebut dan membawanya kesarang busa yang telah dibuat oleh cpang jantan.

Setelah proses ini selesai maka cupang jantan akan segera mengusir cupang betina agar pergi jauh – jauh. Perlu anda ketahui bahwa nantinya yang akan merawat telur – telur ini adalah cupang jantan bukan cupang betina. Sampai telur menetaspun yang mengasuh anak anak cupang juga pejantannya. Karena sifat cupang betina ini bisa kanibal dia sering memangsa anak anak cupang yang masih kecil. Hal ini berbeda dengan cupang jantan yang justru dia akan melindungi bahaya yang akan menimpa anak- anaknya. Dia akan terus merawat dan mengawasi dari serangan ikan lain yang berusaha mendekati sarangnya akan diusir termasuk juga induknya tetap akan diusir jika ia mendekati sarang tempat anaknya dibesarkan itu.                  


Selama anak cupang belum dewasa hati hati jangan sembarangan mengganti air tempat ikan ini. Karena salah – salah justru anak cupang bisa mati semua. Hal ini pernah saya alami dua kali dulu waktu saya belum tahu cara menggantinya. Dua kali saya tak sengaja membunuh sekumpulan anak cupang yang sebenarnya itu sangat saya harapkan untuk bisa jadi dewasa. Namun karena kebodohan saya dua kali aku melakukan kebodohan yang sama.

Setelah aku tanya sana-sini ternyata kalau mengganti air gak boleh seluruhna. Hanya separuhnya saja yang diganti. Itupun harus memiliki suhu air yang sama dengan air lama Untuk memberi pakan anakan cupang ini berikanlah kutu air yang hidup kalau bisa. Ada juga yang menggunakan kuning telur yang direbus. Teapi ada yang bilang pakai kuning telur rebus mudah mencemari air dan air akan menjadi cepat kotor keruh dan bau. Hal ini akan membahayakan kelangsungan hidup anak cupang tentunya.

Untuk mengetahui tentang menyediakan pakan kusus untuk anak cupang insya Allah akan di bahas lain waktu. Atau anda bisa mencarinya dari internet.

Walaupun ikan ini termasuk ikan yang tahan hidup pada air dengan minim oksigen dan tanpa aerator. Namun tetap harus menjaga kualitas air dengan memberinya aerasi dan filter pembersih. Agar ikan bisa berkembang sempurna dan selalu dalam kondisi bugar. Terutama untuk perawatan ikan kontes.

Dalam pemeliharaan  ikan cupang jantan yang sudah dewasa jangan sekali kali menempatkan ikan ini dalam satu akuarium. Terlebih bila ukuran akuariumnya kecil dan tidak ada tempat berlindung. Ikan-ikan tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya tidak mulus dan warnanya kurang keluar.

Khusus untuk ikan cupang aduan, kita bisa memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasarkan beberapa pengalaman, agar ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi siap menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat tidak tembus pandang di antara toples-toples tersebut.

Gantilah air yang terdapat dalam wadah secara berkala. Lihat apakah ada penumpukan kotoran dan sisa pakan pada dasar wadah. Penumpukan tersebut bisa menimbulkan penyakit bahkan kematian pada ikan karena pencemaran air.


Lihat Video Dibawah ini sebagai penunjang artikel.

Referensi:
1.         Alamtani.com
2.       Pengalaman pribadi
3.       Beberapa sumber lain dari internet








 Budidaya kodok

Budidaya kodok

Walaupun dahulu kodok merupakan binatang yang sering membuat jijik jika kita melihatnya. Namun seiring berkembangnya jaman dan kemajuan teknologi serta makin majunya ilmu pengetahuan maka sekarang kodok merupakan salah satu kebutuhan pangan dalam rangka memenuhi gizi bagi manusia. Pada zaman dahulu masyarakat Indonesia hanya mengandalkan penangkapan dari alam yang biasanya dilakukan pada malam hari dengan bantuan lampu sebagai alat penerangan. Dan dilakukan secara tradisional.







Namun semakin bertambahnya kebutuhan masyarakat akan daging katak ini maka Budidaya kodok telah dilakukan di beberapa negara, baik negara beriklim panas maupun beriklim 4 musim. Tercatat negara-negara Eropa yang telah membudidayakan kodok antara lain : Prancis, Belanda, Belgia, Albania, Rumania, Jerman Barat, Inggris, Denmark dan Yunani, Amerika Serikat dan Meksiko. Sedangkan di Asia, Cina, Bangladesh, Indonesia, Turki, India dan Hongkong yang telah membudidayakan kodok.

Sejarah kodok tidak diketahui asalnya, karena hampir ditemukan di mana-mana, karena kemampuannya untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitarnya. Kodok yang banyak dibudidayakan di Indonesia (Rana catesbeiana ) berasal dari Taiwan, kendati kodok itu semula berasal dari Amerika Selatan.

Di Indonesia ada empat jenis kodok yang sering  di konsumsi oleh masyarakat kita yaitu:
1)    Rana Macrodon (kodok hijau), yang berwarna hijau dan dihiasi totol-totol coklat kehijauan dan tumbuh mencapai 15 cm.
2)    Rana Cancrivora (kodok sawah ), hidup di sawah-sawah dan badannya dapat mencapai 10 cm, badan berbercak coklat dibadannya.
3)    Rana Limnocharis (kodok rawa), mempunyai daging yang rasanya paling enak, ukurannya hanya 8 cm.
4)    Rana Musholini (kodok batu/raksasa). Hanya terdapat di Sumatera, terutama Sumatera Barat. mencapai berat 1.5 kg. Dan panjang mencapai 22 cm.



Daging kodok adalah sumber protein hewani yang tinggi kandungan gizinya. Limbah kodok yang tidak dipakai sebagai bahan makanan manusia dapat dipakai untuk ransum binatang ternak, seperti itik dan ayam. Kulit kodok yang telah terlepas dari badannya bisa diproses menjadi kerupuk kulit kodok. Kepala kodok yang sudah terpisah dapat diambil kelenjar hipofisanya dan dimanfaatkan untuk merangsang kodok dalam pembuahan buatan. Daging kodok dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit.


PERSYARATAN LOKASI

1)    Ketinggian lokasi yang ideal untuk budidaya kodok adalah 1600 dpl.
2)    Tanah tidak terlalu miring namun dan tidak terlalu datar, kemiringan ideal 15%, artinya dalam jarak 100 m jarak kemiringan antara ujung-ujungnya 1-5 m.
3)    Air yang jernih atau sedikit tercampur lumpur tersedia sepanjang masa. Air yang jernih akan memperlancar proses penetasan telur.
4)    Kodok bisa hidup di air yang bersuhu 2–35 drajat C. Suhu saat penetasan telur ialah anata 24–27 derajat C, dengan kelembaban 60–65%.
5)    Air mengandung oksigen sekitar 5-6 ppm, atau minimum 3 ppm. Karbondioksida terlarut tidak lebih dari 25 ppm.
6)    Dekat dengan sumber air dan diusahakan air bisa masuk dan keluar dengan lancar dan bebas dari kekeringan dan kebanjiran.


Persiapan Sarana dan Peralatan
1) Kolam
Dalam proses pembuatan kolam, tidak boleh hanya menggali atau menimbun saja melainkan harus menggabungkan keduanya sehingga akan mendapatkan bentuk dan konstruksi kolam yang ideal.
Untuk mengetahui selengkapnya silakan kunjungi : Aneka Budidaya: Budidaya kodok 
Cara mudah  budidaya jangkrik

Cara mudah budidaya jangkrik




Barangkali jangkrik jangkerik yang akrab ditelinga masa kecil kita hanyalah sebagai mainan yang tak berharga, dan kadang kadang dibuat suatu ejekan misalnya orang kesal terhadap seseorang lalu dia bilang jangkrik lu sialan, tetapi seiring dengan perkembangan jaman dan kecanggihan teknologi. Ternyata jangkrik mengandung nilai gizi yang tinggi. Untuk itu jangkrik sering digunakan sebagai bahan pembuat makanan bayi dan lain lain.

Didalam dunia peternakan pun jangkrik merupakan pilihan yang sering dipakai oleh penggemar burung kicauan. Dan pecinta ikan hias. Untuk itu karena makin lama pengguna jangkrik makin banyak sehingga kita gak bisa lagi tergantung dengan alam. Dulu memang orang cari jangkrik dialam bebas. Waktu aku masih kecil sering lihat ibu ibu membawa kotok strimin dan sapu lidi lalu mereka mencari di sekitar pantai TRISIK galur kulon progo,. Dulu aku gak tau buat apa kok yang betina juga di tangkap. Dan waktu itu tak peduli jangkrik tua apa yang masih jlondo.

Tetapi sekarang yang dipakai buat pakan adalah yang masih jlondo (belum tumbuh sayap). Untuk mendapatkan jangkrik jlondo kalau mengandalkan hasil tangkapan sudah bisa dibayangkan betapa sulitnya dan jangkrik alam tidak semua musim ada hanya pada bulan bulan ertentu saja.

Dengan keadaan seprti itulah maka sekarang banyak peternak jangkrik bermunculan. Tetapi bagi anda orang kota mungkin tidak tau banyak tentang kehidupan jangkrik. Untuk itu saya ingin berbagai sedikit pengalaman beternak jangkrik.

Sebelum kita bahas tentang cara beternak jangkrik mari kita membaca dulu tentang jenis jenis jangkrik agar kita tau jenis apa yang akan kita ternak.
  


1.





Jangkrik ini berukuran kecil hanya sekitar ukuran lalat hijau. Jangkrik lupo sendiri ada banyak jenis. Ada yang tinggal didalam liang tanah/bongkahan batu dan ada yang tinggal didalam tumpukan kayu kering, didalam retakan dinding atau gapet gedek. Jangkrik jenis ini hanya bertelur sedikit dan tak cocok dibudidayakan.
2.

Jangkrik jenis ini berukuran sebesar jari kelingking dan biasanya jangkrik jawa tingal dipersawahan atau tanah lapang. Jangkrik ini akan banyak di akir musim penghujan. Dan jenis jangkrik inilah yang sering dipelihara oleh masyarakat untuk di dengar suaranya yang sangat nyaring ditelinga.




a)      Jangkrik jlitheng: jangkrik ini bersayap dan bertubuh hitam legam dan ada kalung kuning dilehernya.



jliteng

b)      Jangkrik jabrang/jlabrang: jangkrik ini br warna agak kemerahan.


jlabrang


c)       Jangkrik Bang Gedang: berwarna coklat kekuningan dan ada kalung dilehernya.


3.

mbering


Jangkrik jenis ini berukuran agak sedikit lebih kecil dibandingkan jangkrik jawa. Dia lebih suka terbang dari pada melompat.

4.

Ini jangkrik paling besar diantara jangkrik lainnya kira kira berukuran jepol orang dewasa dan hanya hidup dipedesaan tidak disawah suara melengking mendatar. Siklus jangkrik satu ini tergolong yang paling lama. Kulit cangkang jangkrik ini sangat keras untuk itu tidak cocok sebagai pakan burung. Dan biasanya jangkrik ini hanya muncul hamper setahun sekali biasanya pada musim akhir penghujan.



Dalam budidaya jangkrik yang akan saya bicarakan ini akan saya bahas point point pentingnya  saja. Karena saya yakin jika anda pasti bosan membaca artikel yang panjangnya dari sabang sampai meraoke. Benar begitu kawan.


Baiklah langsung kita bahas ke masalah ini.

  jangkrik jantan

 jangkrik betina


Jlondo














Siapkan indukan jangkrik jawa. Biasanya para peternak menggunakan rasio jantan 1: betina 3. Dalam satu kandang usahakan untuk tidak mencampur jangkrik jantan dewasa karena akan saling menyerang antar pejantan  dan jangkrik ini bisa kanibal artinya mereka akan saling membunuh dan memangsa sesama jangkrik lainnya. Akan tetapi jika betina disatukan dengan betina lainnya akan baik baik saja mereka tidak akan menyerang satu sama lain.

Jangkrik memiliki perbedaan yang mencolok antara jantan dan betina. Untuk membedakannya sangatlah mudah anda bisa melihat dari beberapa ciri  ciri seperti yang di perlihatkan pada gambar di samping ini.



Cara mengawinkan jangkrik


Yang dimaksud mengawinkan jangkrik di sini anda tak perlu mengawinkan seperti halnya bunga pada proses penyerbukan tetap anda cukup menggabungkan pejantan dan indukan betina dalam satu kandang kusus. Artinya anda tidak boleh mengabungkan jangkrik ini bersama – sama jangkrik lain pada proses pembesaran. Dan usahakan agar pada setiap kandang diisi dengan pasangan indukan satu pasangan saja ( satu pasangan indukan  dengan 1 jantan dan 3 betina). Jika jangkrik sudah siap melakukan perkawinan maka jangkrik jantan akan mengeluarkan suara krikan yang sangat nyaring dank eras hingga kedengaran sampai beberapa puluh meter. Hal ini biasa terjadi jika jangkrik jantan belum memiliki pasangan.


Jika jangkrik betina mendengan suara nyaring sang jangkrik jantan ( suara ini di timbukan dari sayap jangkrik jantan yang bergesekan pada frekwensi tertentu) maka jangkrik betina akan segera terbang mencari dimana arah suara jangkrik jantan ini. Kemudian si betinapun akan mendekat dan begabung dengan jangkrik jantan ini. Dalam peristiwa ini tidak hanya satu betina yang datang tetapi bisa lebih banyak lagi.


Tetapi dalam budidaya jangkrik biasanya jangkrik jantan gak akan lama – lama mengeluarkan suara sayapnya. Karena sibetina yang akan menjadi pasangannya sudah berada didekatnya. Maka biasana jangkrik jantan ii akan segera melakukan suara kerikan kusus yang berbunyi pelan pelan dengan irama tertentu dan suaranyapun hanya terdengar lemah. Orang jawa kususnya Yogyakarta menyebutnya ngecek.


Peristiwa ini akan berlangsung lama karena proses ini merupakan sebuah cara jangkrik jantan merayu pasangannya.

Pada perkawinan jangkrik memang agak berbeda dengan perkawinan binatang lainnya. Jika pada binatang lain biasanya pada waktu melakukan perkawinan posisi jantan berada diatas punggung betinanya. Namun pada perkawinan jangkrik ini justru sebaliknya.

Jika sibetina sudah terbuai rayuan jangkrik jantan dengan suaranya maka jangkrik betina akan segera naik kepunggung jangkrik jantan dan mulailah mereka melakukan perkawinan. Jankrik jantanakan segera mengeluarkan seperma dan akan diserap menggunakan oleh betina.

Jika jangkrik betina sudah melakukan perkawinan maka akan segera bertelur. Cirri –ciri jangkrik yang sudah siap bertelur adalah perut terlihat buncit.

Jika ini sudah terjadi anda bisa menyiapkan media bertelur untuk  menampung telur jangkrik ini.



















Membuat   bak penetas telur jangkrik

Bak penetas jankrik adalah tempat atau kandang kusus buat anak jangkrik yang baru menetas tentu saja tempat ini harus aman dari predator. Predator yang sangat berbahaya bagi anak jangkrik adalah semut dan cicak.

Sebelum anda melakukan pemisahan telur dari tempat induk jangkrik, anda harus membuar sarang untuk tempat bertelur jangkrik pada tempat indukan jangkrik. Anda bisa menggunakan handuk bekas yang dipotong kemudian semprot dengan sprayer agar handuk menjadi lembab tapi jangan basah kuyup. Cukup lembab saja. Nanti jangkrik akan menempelkan telurnya pada handuk tersebut.

Cara kedua anda bisa menyiapkan baki kecil yang di isi dengan pasir halus kemudian semprot dengan sprayer pada permukaan pasir agar keadaan pasir menjadi lembab. Jika anda punya yang bening anda bisa melihat keberadaan telur jangkrik yang berwarna kuning lonjong mirip telur semut. Telur ini memiliki tekstur kenyal .tetapi jika anda tak memiliki baki bening anda bisa ngecek sudah ada telur atau belum dengan ara mengorek pasir pada baki tersebut. Jika memang jangkrik induk sudah bertelur maka anda akan menemukan benda kuning lonjong di dasar baki.


 
Penetasan telur

Anda bisa menggunakan apasaja selain baki untuk sarang ini. Yang penting memiliki permukaan lebar dan tidak dalam cukup memiliki kedalaman tidak lebih dari 5cm saja. Anda harus selalu mengontrol agar permukaan pasir selalu lembab.

Setelah anda mendapatkan telur-telur ini maka anda  harus segera memindahkannya kedalam tempat kusus penetasan. Karena ini berpengaruh terhadap keselamatan anak-anak jangkrik yang akan menetas nanti. Jangkrik anakan yang baru menetas ini masih sangat kecil dan bentuknya seperti sekumpulan semut hitam.

Tempat penetasan ini bisa anda pakai sebuah toples besar atau apa saja terserah yang  terpenting anak jangkikjangan sampai berhamburan atau kabur kemana-mana dan jangan sampai ada semut ang bisa memasuki kandang penetasan anak jangkrik.


Setelah anak jangkrik mulai tumbuh besar kira kira sebesar lalat anda isa memindahkannya kedalam kotak tripleks yang pemukaan bagian dalam kotak ini dilapisi dengan plastic atai laksban agar jangkrik gak bisa memanjat pada tepian dinding kotak jangkrik. Ada baiknya anda menambahkan daun daun kering yang menggulung atau kertas bekas alas telur atau daun pisang kering kedalam kotak . ini bertujuan agar jangkrikmempunyai tempat persembunyian dan mengurangi resiko kematian jangkrik akibat perkelahian dan kanibalisme.

Sifat kanibal pada anak jangkrik biasana yang sering saya lihat adalah pada saat anak jangkrik berganti kulit. Jangkrik yang kulitnya mengelupas akan berwarna putih dan tubuhnya menjadi sangat lunak. Ini akan memancing jangkrik lain untuk mamakannya. Kulit  jangkrik akan berangsur-angsur berubah menjadi kecoklatan dan akhirnya mengeras.

Sampai pada uraian ini anda tinggal menunggu jangkrik menjadi besar dengan memberikan makanan berupa sayur sayuran segar. Jangan lupa sediakan jga air bersih untuk minum.